Mungkin anda pernah mengalami yang namanya tunggakan kredit khususnya kendaraan baik itu roda, empat dan seterusnya, tentunya anda merasa was-was pihak leasing akan menagih bahkan hal yang terburuk mereka datang dengan membawa sepotong surat dari kantor perusaan yang menyatakan kendaraan anda akan disita karena ingkar dalam memenuhi kewajiban sebagai debitur (melunasi hutang secara berkala/bln sampai dengan batas yang telah disepakati bersama tanpa ada jeda).

Ketika kredit kendaraan bermotor/KKB menunggak pihak leasing tentu akan menagih anda melalui perpanjangan tangan mereka.Tidak jarang orang -orang yang diutus sebagai perpanjangan tangan perusahaan untuk menagih anda adalah orang yang terlihat seram,terkesan galak dan jarang mengeluarkan nada ancaman.orang tersebut,  kebanyakan menyebutnya adalah mata elang. Mungkin anda bertanya kenapa harus mata elang dan apa kaitannya dengan kredit anda? Mereka disebut mata elang karena mereka kerap memeta-matai nomor polisi kendaraan yang bermasalah (kredit macet) dimana data yang mereka peroleh langsung dari perusahaan pembiayaan (leasing/bank). Pada umumnya mata elang ini bukan karyawan internal perusahaan melainkan pihak eksternal (outcorsing) dibayar tinggi bilamana mereka berhasil melakukan penagihan maupun penarikan unit  itu sendiri.

kredit kendaraan

Perusahaan memberikan wewenang kepada pihak ketiga (mata elang) untuk menagih atau menyita kendaraan anda terkadang bukan tanpa alasan selain dari yang disebutkan diatas, berikut sejumlah alasan perusahaan menggunakan jasa mata elang menarik/menyita kendaraan anda

  1. Debitur sulit ditemui/ dicari 

Seperti dijelaskan diatas mata elang tersebut merupakan pihak ketiga yang disewa dan mereka merupakan outcorsing yang mana dibayarkan bila mereka berhasil menagih atau menarik kendaraan anda. Sebelum pihak mata elang menarik kendaraan anda pihk perusahaan terlebih dahulu dari pihak internal menagih secara baik baik dan memberikan beberapa solusi untuk kebaikan kedua belah pihak. Namun ketika ditagih pihak tersebut anda sulit ditemui atau sengaja lari dari permasalah tersebut maka perusahaan menyewa pihak ketiga tadi.

  1. Unit kendaraan telah dipindah tangan kepada yang lain 

Kejadian ini tidak jarang terjadi ditengah masyarakat, dengan berbagai alasan misalkan pihak debitur tidak sanggup lagi memenuhi kewajiban untuk melunasi cicilan maka ia menjual kendaraan kepada pihak ketiga tanpa melalui prosedur yang legal. Perlu juga diketahui dalam perjanjian fidusia pihak kedua (debitur) tidak berhak memindah tangankan kendaraan baik itu dijual maupun disewakan secara sepihak. Tindakan menjual tersebut talah menyalahi perjanjian fidusia.

3, Unit telah digadaikan dan tidak diketahui keberadaannya 

Point ini tidak berbeda jauh dengan point dua diatas.

  1. Konsumen melawan dan tidak mau melunasi kewajiban 

Ada segilintir konsumen merasa hebat dan tidak mau melunasi kewajibannya, jika hal ini anda lakukan sebaiknya tinggal tindakan tersebut, karena setiap saat mata elang akan mengintai kendaraan anda diluar sana. Lagian tindakan tersebut bukan tindakan yang dilegalkan baik secara hukum maupun etika kredit kendaraan.

Mari Kita Lihat dari Perspektif Hukum (UU No 42/1999)

Seharusnya pihak pertama (leasing/bank) tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa pihak ketiga untuk menagih/menyita kendaraan anda yang sedang bermasalah bilamana debitur tidak ingkar janji (wanprestasi). Disisi lain bilamana perusahaan mendaftafrkan jaminan fidusia tersebut kantor fidusia sesuai dengan UU  NO 42/1992, karena didalam undang- undang tersebut perusahaan penyedia/kreditur bisa meminta bantuan pihak aparat kepolisian setempat bilamana pihak konsumen ingkar janji cicialan kredit kendaraan

Sekedar untuk diketahui perjanjian fidusia adalah:Perjanjian utang piutang antara pihak pembiayaan (kreditur) dengan peminjam/debiutur yang melibatkan penjaminan yang status kedudukannya tetap dibawah pemilik jaminan dan dibuatkan akta notaris dan didaftarkan kepada kantor notaris.

Hak Konsumen atas Tindakan yang dilakukan Pihak Leasing

Proses eksekusi terhadap obyek yang tak dijamin fidusia pastinya tak bakal melalui badan penilai harga resmi atau pelelangan. Dengan kata lain eksekusi yang dilakkukan secara paksa tentunya melawan hukum dan anda herhak melakukan gugatan terhadap perusahaan leasing tersebut.

Disisi lain pihak debitur yang ingkar janji dapat dijerat dengan UU no 4/1992, meski perjanjian kredit kendaraan dengan leasing tersebut dibuat secara tidak sah/legal, akan tetapi bila konsumen terbukti melakukan pengalihan kendaraan pihak ketiga secara ilegal anda dapat dijerat dengan pasal penggelapan

Bagaimana bila terlanjur kredit kendaraan tanpa dijaminkan fidusia

Kredit bermasalah dan lari dari permasalah tentunya bukan menghilangkan masalah akan tetapi justru menambah masalah baru. Bila anda tidak ingin hal tersebut menimpa anda lakukan langkah dibawah ini

  • Lakukan negoisasi kepada pihak leasing

Langkah ini merupakn langkah awal yang tepat dilakukan bila anda mengalami kesulitan dan untuk melunasi cicilan saat sekarang. Silahkan ceritakan permasalah anda kepada pihak bank/leasing mengapa cicilan kredit anda bisa macet, Mintalah jalan keluar terbaik kepada perusahaan tersebut misalkan meringankan cicilan kredit melalui rekstrukturisasi kredit dan semacamnya.

  • Meminta bantuan kepada pihak ketiga

Bila langkat pertama diatas menemui kebuntuan anda bisa menempuh jalan lain yakni meminta bantuan pihak ketiga kepada YLKI (yayasan lembaga konsumen indonesia) atau kepada BPSK (badan penyelesaian sengketa konsumen). Kedua lembaga ini memberikan penyelesaian secara cuma cuma alias free, jadi bila ada yang meminta biaya atau fee orang tersebut merupakan oknum yang harus ditinggal.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *