Manasik haji – Sebelum kita berbicara terlebih jauh ada baiknya saya jelaskan tentang pengertian haji baik yakni berasal dari bahasa arab yakni al-hajju yaitu rukun islam yang ke lima dengan mengerjakan serangakaian kegiatan seperti Ihram, Wukuf di Arafah, Tawaf ifâdah,  Sa’i, Mencukur rambut di kepala atau memotongnya sebagian dan Tertib. Sedangakan pengertian manasik haji yaitu Peragaan atau simulasi pelaksanaan haji sesuai dengan syarat dan rukun haji.

manasik haji

Panduan manasik haji lengkap dan mudah dipahami

Rukun Haji

Rukun haji ialah satu sarat yang mengharuskan mengerjakan kegiatan tersebut yang apabila tertinggal atau terlewatkan maka ibadah haji tersebut tidak sah. adapun rukun haji yakni sebagai berikut:

  1. Ihram
  2. Wukuf di Arafah
  3. Thawaf Ifadlah
  4. Sa’i
  5. Memotong rambut / Tahallul
  6. Tertib

Untuk Pemjelasan tentang rukun haji bisa anda baca Pengertian Haji dan Umroh serta tata cara Prakteknya

Wajib haji.

Wajib haji yaitu sesuatu yang harus dikerjakan, apabila salah satu ada yang tertinggal maka hajinya tidak sah harus membayar dam (denda). Adapun wajib haji yakni sebagai berikut:

  1. Ihram dari Miqat
  2. Mabit di Muzdalifah
  3. Mabit di Mina
  4. Melempar Jumrah
  5. Thawaf Wada’

Urutan dalam pengerjaan haji.

Dalam pengerjaan haji terdapat rukun dan tatacara yang harus dikerjakan secara berurutan yakni sebagai berikut:

  • Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah,

calon jamaah haji mulai berbondong untuk melaksanakan Thawwaf Qudum di Masjid Al Haram, Makkah. Calon jamaah haji memakai sandang Ihram (2 lembar kain tanpa jahitan menjadi pakaian haji), sinkron miqatnya, kemudian berniat haji, serta membaca bacaan Talbiyah, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka..

  • Tanggal 9 Dzulhijjah,

pagi harinya seluruh calon jamaah haji menuju ke padang Arafah wukuf Wukuf pada Arafah. Buat menjalankan ibadah wukuf. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri serta berdoa pada padang Arafah hingga Maghrib datang .

  • Tanggal 9 Dzulhijjah malam,

jamaah menuju ke Muzdalifah buat mabbit (bermalam) dan mabit Mabit pada Musdzalifah. Merogoh batu buat melontar jumroh secukupnya. Mabit di Muzdalifah ialah bermalam atau berhenti sejenak atau menginap pada Muzdalifah di malam 10 Dzul Hijjah selepas wukuf di Arafah . Informasi tambahan bila anda memiliki niatan untuk berhaji dan terbentur dengan masalah keuangan kami siam membantu melalui pinjaman tanpa jaminan

  • Lepas 9 Dzulhijjah tengah malam (sehabis mabbit)

jamaah meneruskan perjalanan ke Mina buat melaksanakan ibadah melontar Jumroh. Mina artinya sebuah lembah pada padang pasir yang terletak sekitar lima kilometer sebelah Timur kota Mekkah, Arab Saudi

  • Tanggal 10 Dzulhijjah,

Jamaah melaksanakan ibadah melempar Jumrah sebanyak tujuh kali ke Jumrah Aqobah sebagai simbolisasi mengusir setan.Melempar jumrah artinya simbol perlawanan insan terhadap setan. Insan harus melakukan perlawanan kepada setan karena mereka selalu berupaya menyesatkan manusia berasal jalan kebenaran serta menjauhkan mereka dari jalan Allah swt. Melempar jumrah adalah simbol keteladanan Hajar yang membagikan perilaku permusuhan terhadap setan.

  • Bila jamaah merogoh nafar awal maka dapat dilanjutkan bepergian ke
    Masjidil Haram buat Thawwad ifadhah/Thawaf Haji (merampungkan Haji). Sedangkan Bila mengambil nafar akhir jama’ah tetap tinggal pada Mina serta dilanjutkan dengan melontar jumroh sambungan (Ula serta Wustha).
  • Tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) pada
    tugu pertama, tugu kedua, serta tugu ketiga.Melontar pertama kali ialah melontar Jumrah ‘Aqabah di hari Ied.

Demikian informsi tentang Panduan manasik haji lengkap dan mudah dipahami semoga bermanfaat dan terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *